Hacker Bobol Data 9 Juta Klien Asuransi Kesehatan termasuk PM Australia, Minta Tebusan Rp157 M

Anton Suhartono
Hacker membobol data nasabah dan mantan nasabah perusahaan asuransi terbesar Australia Medibank (Foto: Reuters)

Medibank menegaskan tak akan memenuhi permintaan para pelaku.

Kasus yang dialami Medibank serta sebelumnya terjadi pada 9 juta pengguna jasa perusahaan telekomunikasi Optus menimbulkan pertanyaan mengenai kemampuan Australia dalam menangani kejahatan siber.

Mantan agen FBI yang juga pejabat Badan Intelijen Pertahanan AS, Dennis Desmond, mengatakan Australia merupakan target bernilai tinggi sama halnya seperti negara Barat lainnya.

"Sangat disayangkan, tetapi saya kira Australia tidak lebih rentan daripada negara maju Barat lainnya," ujarnya.

Dia menjelaskan, para hacker punya motif keuntungan finansial sehingga lebih tertarik menargetkan perusahaan yang menyimpan data berharga.

“Ini adalah tipe data yang paling menarik bagi para peretas. Data perawatan kesehatan adalah target besar dan data identitas pribadi bernilai tinggi. Umumnya, keuntungan dan keserakahan adalah motif nomor 1,” tuturnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
22 jam lalu

Video Viral Turis Australia Siram WNA China gegara Buang Sampah Sembarangan di Pulau Padar

4 hari lalu

Indonesia-Australia Tanda Tangani Kerja Sama Jaminan Produk Halal

12 hari lalu

China Uji Coba Rudal di Samudra Pasifik usai Australia-Fiji Teken Kerja Sama Pertahanan

14 hari lalu

Kalahkan Australia di Piala Dunia, Pelatih Mesir: Ini untuk Rakyat Palestina!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal