“Mempertahankan dan meningkatkan keunggulan strategis tetap menjadi prioritas Angkatan Darat Iran. Kesiapan untuk operasi tempur cepat dan respons tegas terhadap segala bentuk agresi terus menjadi panduan perencanaan pertahanan kami,” ujarnya.
Langkah Iran ini tak terlepas dari memanasnya hubungan dengan AS dalam beberapa pekan terakhir.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengklaim armada militer dalam jumlah besar sedang bergerak menuju kawasan dekat Iran. Trump juga kembali menekan Teheran agar segera menyepakati perjanjian nuklir atau menghadapi serangan militer yang lebih dahsyat.
Meski demikian, Iran menegaskan tidak gentar dengan ancaman tersebut. Para pejabat Iran memperingatkan bahwa setiap serangan AS akan dibalas secara cepat dan menyeluruh. Di sisi lain, Teheran tetap membuka pintu negosiasi dengan syarat dilakukan secara adil, seimbang, dan tanpa paksaan.
Pengembangan 1.000 drone canggih ini menjadi sinyal kuat bahwa Iran tidak hanya bersiap menghadapi potensi konflik baru, tetapi juga mengklaim telah belajar banyak dari perang langsung melawan Israel, pesan tegas bagi rival-rivalnya di kawasan.