Hadhramaut Yaman Jadi Rebutan, Minyak Picu Konflik Arab Saudi-Uni Emirat?

Anton Suhartono
Provinsi Hadhramaut, Yaman, yang kaya minyak menjadi medan perebutan pengaruh antara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (Foto: X/Saudigazette)

UEA sempat membantah tuduhan membantu STC dan mengaku terkejut atas serangan Saudi di Al Mukalla. Namun, tak lama berselang, Kementerian Pertahanan UEA mengumumkan penarikan unit kontraterorisme yang tersisa di Yaman dengan alasan perkembangan situasi terkini.

Konflik ini menyoroti perbedaan kepentingan mendasar antara Saudi dan UEA di Yaman. Saudi secara konsisten mendukung pemerintahan sah Yaman, sementara UEA selama ini menjalin hubungan erat dengan kelompok-kelompok bersenjata lokal, termasuk STC, dengan dalih memerangi terorisme dan menjaga stabilitas wilayah selatan.

Kepala Dewan Kepresidenan Yaman, Rashad Al Alimi, sebelumnya meminta bantuan Saudi untuk menindak kelompok separatis yang kian agresif. Dia menuduh UEA mengarahkan STC untuk memberontak dan meningkatkan eskalasi, terutama di wilayah Hadhramaut yang kaya sumber daya alam.

Awal bulan ini, STC melancarkan serangan untuk menguasai sejumlah provinsi strategis. Kelompok yang bersekutu dengan STC bahkan mengklaim telah mengendalikan delapan provinsi dan kembali menggaungkan tuntutan pemisahan Yaman selatan sebagai negara merdeka.

Masuknya kelompok separatis ke Hadhramaut memperumit konflik Yaman yang selama ini berfokus pada perlawanan terhadap kelompok Houthi yang didukung Iran. Perebutan wilayah kaya minyak ini dikhawatirkan tidak hanya memperpanjang perang, tetapi juga memecah konsentrasi koalisi yang sebelumnya bersatu.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 hari lalu

Arab Saudi Terbitkan Paket Visa Elektronik untuk Pelancong Indonesia, Apa Itu?

3 hari lalu

Prabowo Ungkap Pindad Bakal Pasok Senjata Tentara Arab Saudi: Senjata Kita Teruji!

9 hari lalu

Ratusan Pejabat Berbagai Negara Hadiri Pemakaman Ali Khamenei di Teheran, Ada Pejabat Saudi

9 hari lalu

KPK Arab Saudi OTT Besar-besaran, Tangkap 130 Orang termasuk Pejabat Kementerian Urusan Islam

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal