Hakim AS Mentahkan Peraturan Trump soal Alat Kontrasepsi dan Agama

Nathania Riris Michico
Aturan baru pemerintahan Trump memicu rangkaian unjuk rasa. (Foto: SAUL LOEB/AFP/Getty Images)

Putusan tersebut sejalan dengan putusan seorang hakim di Negara Bagian California, pada Minggu (13/1), yang hanya mencakup 13 negara bagian dan Washington DC.

Pada masa pemerintahan Presiden Barack Obama, sekitar 55 juta perempuan mendapat manfaat dari aturan keluarga berencana yang mewajibkan semua perusahaan menyediakan alat kontrasepsi secara cuma-cuma.

Namun, sebelum menjabat, Trump berikrar untuk menghapus kewajiban tersebut.

"Ini tahun 2019, tapi pemerintahan Trump masih berupaya menggulung hak-hak perempuan," kata Xavier Becerra selaku jaksa Negara Bagian California, seperti dilaporkan BBC, Selasa (15/1/2019).

"Aturannya sudah sangat jelas. Pemberi pekerjaan tidak punya urusan mencampuri keputusan kesehatan perempuan."

Mandat yang mewajibkan perusahaan menyediakan alat kontrasepsi secara gratis merupakan salah satu elemen penting dalam layanan kesehatan yang digagas Obama atau disebut Obamacare.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
1 jam lalu

Israel-AS Serang Iran, Trump: Tak Ada yang Boleh Nantang Kehebatan Amerika!

Internasional
2 jam lalu

Israel Serang Iran, Ini Komentar Trump

Nasional
4 jam lalu

Menko Airlangga Pastikan Tarif Resiprokal RI-AS Turun Jadi 15 Persen

Internasional
5 jam lalu

Trump Tak Puas dengan Negosiasi Nuklir Iran: Kita Lihat Saja Apa yang Terjadi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal