Hamas dan Fatah Bersitegang gara-gara Penunjukan Mohammad Mustafa sebagai PM Palestina

Ahmad Islamy Jamil
Palestina menginginkan persatuan di tengah sengitnya perang dengan Israel (ilustrasi). (Foto: Reuters)

“Mengambil keputusan individu dan melakukan langkah-langkah yang dangkal dan kosong seperti membentuk pemerintahan baru tanpa konsensus nasional hanya akan memperkuat kebijakan unilateralisme dan memperdalam perpecahan,” bunyi pernyataan itu lagi. 

Hamas mengatakan, pada saat perang dengan Israel, rakyat Palestina membutuhkan kepemimpinan terpadu untuk mempersiapkan pemilu demokratis yang bebas dan melibatkan semua komponen masyarakat mereka. 

Di Tepi Barat, Fatah membalas kritik Hamas terhadap Abbas. Kelompok yang bermarkas di Tepi Barat itu menyalahkan Hamas atas apa yang menimpa Gaza sekarang. Fatah menilai kelompok pejuang itu juga secara sepihak melakukan "petualangan 7 Oktober" yang mengacu pada serangan besar-besaran pasukan Hamas ke Israel Selatan pada 7 Oktober 2023. 

“Apakah Hamas telah berkonsultasi dengan pemimpin Palestina saat mereka sedang bernegosiasi dengan Israel dan menawarkan konsesi, dalam upaya untuk mendapatkan jaminan keselamatan pribadi para pemimpinnya sebagai imbalan?” bunyi pernyataan Fatah.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
20 jam lalu

Trump Blak-blakan Dukung Netanyahu di Pemilu Israel: Dia Mitra yang Diinginkan AS

2 hari lalu

Panen Zaitun Berujung Kekerasan, Pemukim Israel Serang Petani Palestina di Tepi Barat

2 hari lalu

Akar Konflik Netanyahu dan Eks Bos Intelijen Israel hingga Berujung Gugatan

2 hari lalu

Ngeri! Wali Kota di Prancis Jadi Korban Serangan Pemukim Israel di Tepi Barat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal