Hamas dan Fatah Bersitegang gara-gara Penunjukan Mohammad Mustafa sebagai PM Palestina

Ahmad Islamy Jamil
Palestina menginginkan persatuan di tengah sengitnya perang dengan Israel (ilustrasi). (Foto: Reuters)

GAZA, iNews.id - Hamas mengkritik langkah Presiden Palestina Mahmoud Abbas menunjuk Mohammad Mustafa sebagai perdana menteri negara itu. Kelompok pejuang yang menguasai Gaza tersebut menilai penunjukan Mustafa sebagai keputusan sepihak. 

Mustafa adalah sekutu Abbas dan tokoh bisnis terkemuka di Palestina. Dia ditunjuk Abbas menjadi perdana menteri dengan mandat untuk membantu mereformasi Otoritas Palestina (PA) dan membangun kembali Jalur Gaza. 

Penunjukan Mustafa terjadi setelah meningkatnya tekanan terhadap PA untuk merombak badan pemerintahan wilayah Palestina yang diduduki Israel serta meningkatkan tata kelola pemerintahan di Tepi Barat. 

Hamas mengatakan, keputusan penunjukan Mustafa itu diambil tanpa berkonsultasi dengan pihaknya. Padahal, Hamas dan gerakan Fatah pimpinan Abbas sama-sama mengambil bagian dalam pertemuan yang diselenggarakan di Moskow baru-baru ini. Pertemuan di ibu kota Rusia itu bertujuan untuk mengakhiri perpecahan antara kedua kubu yang telah lama melemahkan aspirasi politik Palestina. 

“Kami menyatakan penolakan kami untuk melanjutkan pendekatan yang telah dan terus merugikan rakyat dan perjuangan nasional kami,” ungkap Hamas dalam sebuah pernyataan. 

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Nasional
22 menit lalu

Eks Menlu Alwi Shihab Tegaskan Two State Solution Harga Mati bagi Palestina

Internasional
4 jam lalu

Panglima Perang Israel Gagal Yakinkan AS untuk Serang Iran

Internasional
12 jam lalu

Israel Dukung Serang Iran jika Negosiasi Nuklir dengan AS Buntu

Nasional
1 hari lalu

MUI Dukung RI Gabung Dewan Perdamaian Gaza usai Bertemu Prabowo 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal