Hancur Menjadi Serpihan, Pesawat Luar Angkasa China Jatuh di Pasifik

Anton Suhartono
Badan antariksa China saat memantau aktivitas Tiangong-1 (Foto: AFP)

BEIJING, iNews.id - Pesawat luar angkasa atau stasiun luar angkasa China Tiangong-1 masuk ke lapisan atmosfer bumi, Senin (2/4/2018), dan hancur berkeping-keping.

Usai menembus lapisan atmosfer serpihan stasiun penelitian berbobot 8 ton itu jatuh di lautan yang jarang dilewati kapal di Laut Pasifik Selatan.

Badan antariksa China Manned Space Engineering Office melaporkan, sebagian besar pesawat hancur menjadi serpihan kecil begitu menembus atmosfer. Sempat terjadi kesalahan prediksi bahwa pesawat akan masuk di atas lautan luas di Atlantik pada pukul 08.15 GMT.

Sejauh ini belum ada informasi mengenai nasib serpihan pesawat yang pertama kali diluncurkan pada September 2011 itu.

Anli astronomi dari Astrofisika Harvard-Smithsonian, Jonathan McDowell, mengatakan, pesawat itu bisa dilihat dari Pyongyang, Korea Utara, dan Kyoto, Jepang, saat memasuki atmosfer bumi. Namun karena langit sudah diterangi matahari, efek bola api yang dihasilkan dari gesekan pesawat dengan atmosfer tidak terlihat.

"Sebenarnya ini akan menyenangkan untuk melihatnya, tetapi masih akan ada benda lain yang masuk. Tapi kabar baiknya adalah (pesawat) ini tidak menyebabkan kerusakan ketika jatuh," kata dia, dikutip dari AFP.

Pejabat ruang angkasa China sebelumnya memperingatkan sulit untuk mengetahui lokasi pasti jatuhnya puing Tiangong-1. Namun titik terang baru bisa diketahui setelah pesawat menembus atmosfer.

Bahkan para ilmuwan luar angkasa China sempat salah menebak sebelum mengumumkan pesawat itu jatuh di Pasifik. Mereka mengatakan pesawat akan terlihat dari Sao Paulo, Brasil, dan menuju ke Samudera Atlantik.

Kepastian posisi pesawat baru diketahui 1 menit setelah ilmuwan China menyampaikan prediksinya. Jaringan kerja sama militer Amerika Serikat menyatakan, berdasarkan pemantauan radar dan sensor, Tiangong-1 masuk di atas Laut Pasifik.

Hal itu dipastikan kembali oleh pemantauan yang dilakukan Australia, Kanada, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Korea Selatan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
1 hari lalu

China Klaim Warganya Jadi Target Pembunuhan dan Diskriminasi di Jepang

Internasional
1 hari lalu

Panas! China Larang Warganya ke Jepang

Internasional
1 hari lalu

Kereta Seruduk Pekerja Konstruksi, 11 Orang Tewas

Film
3 hari lalu

iQIYI Garap Konten Lokal untuk Penonton Indonesia, 3 Seri Original Diluncurkan 2026!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal