Raksasa-raksasa energi di negara itu meraup untung besar sejak Rusia menginvasi Ukraina, tatkala sanksi AS terhadap Rusia menambah tekanan pada pasokan minyak global. Sejak itu, harga minyak mentah menyentuh angka 120 dolar AS per barel dan harga bensin di AS mencapai rekor 5 dolar per galon (Rp74.163 per 3,79 liter).
Biden pada Rabu (15/6/2022) lalu mengirimkan surat kepada para pemimpin perusahaan energi, seperti Marathon Petroleum Corp, Valero Energy Corp dan Exxon Mobil Corp, dan mengatakan bahwa dia telah memerintahkan Granholm untuk menggelar pertemuan.
“Seperti ditegaskan presiden dalam suratnya, dia juga bersiap untuk menggunakan semua perangkat dan kewenangan yang wajar, sebagaimana mestinya, untuk membantu meningkatkan kapasitas dan keluaran, dan mengurangi harga bahan bakar,” kata juru bicara Departemen Energi AS.
Kelompok-kelompok perdagangan besar dalam industri minyak AS pada Rabu membalasnya dengan surat ke Biden. Mereka mengatakan, penyulingan minyak di negara itu sudah 94 persen atau mendekati kapasitas penuh.
“Setiap pernyataan bahwa para penyuling AS tidak melakukan tugasnya untuk menciptakan stabilitas di pasar adalah kebohongan,” kata Chet Thompson, ketua Produsen Bahan Bakar dan Petrokimia Amerika.