Pernyataan tersebut muncul setelah sejumlah pejabat AS mengatakan kepada The New York Times bahwa AS dan Israel memiliki rencana untuk melancarkan serangan baru terhadap Iran setelah pemilihan paruh waktu di AS.
Di tengah ketegangan tersebut, Kepala Angkatan Darat Iran menyatakan militernya telah sepenuhnya siap menghadapi "perang asimetris" setelah memperkuat kemampuan pertahanan. Pernyataan itu dilaporkan kantor berita pemerintah Iran, Tasnim.
Perkembangan tersebut menambah kekhawatiran investor terhadap potensi gangguan pasokan energi apabila konflik antara AS, Israel, dan Iran kembali meningkat.
Sementara di kawasan Teluk, kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran terus melancarkan serangan terhadap Arab Saudi. Departemen Luar Negeri AS bahkan memerintahkan personel non-esensialnya meninggalkan Arab Saudi menyusul serangkaian serangan tersebut.
Media pemerintah Arab Saudi melaporkan serangan drone yang menargetkan ladang minyak Shaybah di Wilayah Timur pada Rabu menewaskan dua orang dan melukai dua lainnya.