"Saat ini masalahnya bukan pasokan, melainkan kapasitas pengolahan minyak," ucap analis senior Price Futures Group, Phil Flynn dikutip, Minggu (20/9/2026).
Ketidakpastian pasar masih tinggi meskipun ada upaya diplomatik dari China. JPMorgan bahkan menyebut belum memiliki proyeksi dasar yang jelas mengenai pasar minyak untuk pertama kalinya sejak konflik antara AS dan Iran pecah pada Februari lalu.
Tidak hanya itu, lalu lintas kapal di Selat Hormuz juga masih terbatas. Data pelayaran awal menunjukkan hanya empat kapal komoditas yang melintas pada Kamis lalu, lebih rendah dibanding rata-rata 10 hari terakhir yang mencapai sekitar 16 kapal.
Sebelumnya, harga minyak sempat mendekati level tertinggi dalam empat bulan setelah muncul laporan bahwa aktivitas pemuatan minyak di pelabuhan ekspor Yanbu, Arab Saudi, dihentikan. Riyadh juga dilaporkan membatalkan sebagian pengiriman minyak ke Eropa setelah pipa minyak East-West mengalami kerusakan akibat serangan pekan lalu.
Bloomberg melaporkan Saudi Aramco telah memberi tahu sedikitnya dua perusahaan pengilangan di Eropa bahwa mereka tidak akan menerima pasokan minyak pada bulan depan.