Harga Minyak Dunia Merosot usai AS Hentikan Serangan ke Iran

Aditya Pratama
Harga minyak dunia merosot tajam usai Amerika Serikat (AS) menghentikan sementara serangan ke Iran. (Foto: Ilustrasi/Freepik)

Ketika Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman pada Juni untuk menghentikan operasi militer serta membuka kembali Selat Hormuz, harga minyak sempat kembali ke kisaran 70 dolar AS per barel, atau mendekati level sebelum perang.

Namun, gagalnya gencatan senjata pada awal bulan ini kembali memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global sehingga harga minyak kembali melonjak.

Pekan lalu, harga Brent menyentuh 100 dolar AS per barel untuk pertama kalinya sejak Mei. Kenaikan tersebut turut dipicu serangan kelompok Houthi di Yaman terhadap kapal tanker minyak di Laut Merah, yang mengancam jalur ekspor utama Arab Saudi sebagai alternatif selain Selat Hormuz.

Meski harga minyak turun tajam, Kepala Strategi Investasi Wealth Club, Susannah Streeter menilai, pasar masih berhati-hati karena konflik masih berpotensi berubah sewaktu-waktu.

Menurutnya, penurunan harga minyak belum sepenuhnya menghilangkan ketidakpastian. Pelaku pasar juga masih meragukan apakah proses negosiasi akan menghasilkan penyelesaian yang bersifat permanen.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
9 jam lalu

AS-Iran Setop Perang, Giliran Kelompok Pro-Iran Gempur Fasilitas Minyak Saudi

4 hari lalu

Konflik AS-Iran Makin Memanas, Harga Minyak Dunia Kembali Tembus 100 Dolar AS per Barel

5 hari lalu

Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Berpotensi Tembus 100 Dolar AS per Barel

5 hari lalu

Harga Minyak Dunia Mendidih usai Trump Ancam Bombardir Infrastruktur Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal