Tidak hanya minyak, harga gas alam grosir juga mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Lembaga riset Wood Mackenzie dalam laporannya pekan lalu menyebut cadangan gas Eropa berada di level terendah dalam sejarah sehingga keamanan pasokan untuk musim dingin mendatang menghadapi risiko.
Wood Mackenzie memprediksi jika Selat Hormuz tetap ditutup selama dua bulan ke depan, tingkat penyimpanan gas Eropa pada 1 November hanya akan berada di bawah 70 persen. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir yang mencapai sekitar 90 persen pada periode yang sama.
Konflik antara AS dan Iran juga mendorong kenaikan harga bahan bakar seperti bensin dan solar di banyak negara. Kenaikan biaya energi tersebut berpotensi meningkatkan harga berbagai barang, termasuk pangan, karena dunia usaha cenderung meneruskan beban biaya kepada konsumen.
Kondisi itu dapat mendorong inflasi lebih tinggi dan meningkatkan peluang bank-bank sentral menaikkan suku bunga guna menekan laju kenaikan harga.