Hari Ini PM Belanda Pidato Meminta Maaf atas Perbudakan di Masa Penjajahan

Anton Suhartono
Mark Rutte akan menyampaikan pidato permintaan maaf terkait praktik perbudakan di masa penjajahan (Foto: Reuters)

Silveria Jacobs, perdana menteri Sint Maarten, negara di Karibia yang berada di bawah kekuasaan Belanda, mengatakan tidak akan menerima permintaan maaf tersebut karena tak diajak bicara lebih dulu.

Sebuah tim panel yang dibentuk di Belanda pada 2020 mengungkap partisipasi Belanda dalam perbudakan di masa perang merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan. Pada 2021, panel itu merekomendasikan kepada Pemerintah Belanda untuk meminta maaf dan memberikan ganti rugi.  Belanda mengakui perdagangan manusia transatlantik abad pada ke-17 hingga 19 sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan. Saat itu Belanda juga meminta maaf.

Rutte, dalam pernyataannya pada pekan lalu, menerima rekemendasi permintaan maaf soal perbudakan, namun mengenyampingkan desakan memberikan ganti rugi. Namun Belanda akan menggelontorkan dana untuk pemulihan sebesar 200 juta euro, khususnya untuk pendidikan.

"Ini tentang proses di mana Anda bicara tentang pemulihan, yang artinya bersama-sama mengakui masa lalu dan konsekuensinya di masa sekarang, tapi bukan, sebut saja gaji yang belum dibayar," kata Rutte.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
6 hari lalu

Unik! Satu Keluarga Bertemu Tak Sengaja di Pesawat: Anak-Ayah Pilot, Ibu Pramugari

2 bulan lalu

Drone Rusia Gentayangan di Negara-Negara Eropa, Uni Eropa Siapkan Sanksi Baru

2 bulan lalu

Babak Baru Perang Rusia Vs Ukraina, Negara-Negara Eropa Bakal Terlibat?

2 bulan lalu

Momen Dubes Belanda Asyik Ikut Lomba 17 Agustusan di Duren Sawit Jaktim

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal