Produsen es krim lolly yang berkantor di Shandong meragukan pernyataan korban. Menurut perusahaan, tak mungkin buntut tikus sebesar itu masuk ke dalam es krim tanpa diketahui.
Kasus ini semakin ramai setelah korban mempublikasikan apa yang dialaminya ke media sosial.
"Sangat menjijikan. Dia bisa meminta kompensasi untuk trauma psikologi yang dialami," komentar seorang warganet.