PETALING JAYA, iNews.id - Publik Malaysia dihebohkan dengan iklan melalui brosur yakni jam tangan bertanda tangan Perdana Menteri Mahathir Mohamad. Brosur tersebut beredar luas, terutama di kalangan pegawai negeri.
Puluhan orang diketahui sudah memesan jam seharga ribuan ringgit tersebut, bahkan sudah membayar. Belakangan mereka baru sadar bahwa jam bertanda tangan Mahathir ternyata tidak ada.
Kantor Perdana Menteri menyatakan Mahathir sudah mengetahui soal jam tangan tersebut dan meminta segera dihentikan. Brosur tersebut merupakan bentuk pencatutan nama sang perdana menteri untuk kepentingan tertentu.
"Segera setelah kami mengetahui, segera dihentikan," kata seorang ajudan Mahathir, dikutip dari The Star, Selasa (19/11/2019).
Dia menegaskan Mahathir tidak pernah mendukung arloji dengan tanda tangannya dijual, termasuk kepada pegawai negeri.