Seorang sumber mengatakan, Mahathir sangat marah begitu mengetahui namanya digunakan dalam jam tangan mewah itu. Dia tidak ingin namanya digunakan untuk keuntungan komersial.
"PM sangat marah," kata seorang sumber.
Berdasarkan penelusuran The Star, brosur tersebut sudah beredar sejak 2 pekan lalu. Di dalamnya juga ada formulir pemesanan. Brosur diedarkan di kalangan pegawai negeri sipil di departemen-departemen tertentu di Putrajaya.
Setelah diperiksa, ternyata tidak ada arloji bertanda tangan Mahathir dan brosur itu merupakan iklan palsu.
Penjualnya diketahui merupakan klub olahraga di lingkungan pegawai negeri sipil. Penjualan arloji itu telah dihentikan.
“Kami menghentikan karena alasan teknis. Kami akan mengembalikan uang kepada mereka yang sudah memesan," kata seorang penjual yang namanya tercantum dalam brosur.