“Ini membuat hujan menjadi tidak berbahaya,” ujarnya, dikutip dari The Star, Minggu (21/4/2024).
Pakar cuaca Malaysia Ramzah Dambul membenarkan analisis Amarzudi, kualitas udara di Sabah dan Sarawak tidak terpengaruh polutan. Dia menambahkan indeks kualitas udara menunjukkan status sedang hingga baik secara konsisten, berdasarkan data di 68 stasiun pengamatan Malaysia Timur dan Barat.
Sabah mengalami curah hujan cukup tinggi beberapa hari belakangan sehingga memicu kekhawatiran tercemar oleh bahan kimia dampak letusan.