HONG KONG, iNews.id - Jagad maya Hong Kong ramai membahas keanehan pada perangkat lunak penerjemahan Google. Hal ini pun dikait-kaitkan dengan demonstrasi besar-besaran menentang rancangan undang-undang (RUU) ekstradisi.
Kalangan anti-RUU tak rela warga Hong Kong dihukum di China daratan jika RUU ini disahkan parlemen. Namun buntut dari demonstrasi, parlemen Hong Kong menunda pembahasannya.
Pengguna Google mendapati jika mereka memasukkan kalimat 'Saya sedih melihat Hong Kong menjadi bagian dari China', maka hasil terjemahan dalam bahasa China mengubah kata 'sedih' menjadi 'bahagia'.
"Ya Tuhan, saya tidak bisa percaya dengan mata sendiri," kata seorang pengguna Facebook, mengomentari unggahan foto viral itu.
"Aplikasi ini sengaja menerjemahkan kesalahan bahasa Inggris menjadi 'sangat senang/puas' alih-alih 'sangat sedih'. Saya harap Google memperbaiki ini," kata seorang mahasiswa, Rachel Wong, di Twitter.