Heboh Kasus Pemerkosaan Anak Perempuan, Myanmar Tutup 7 Sekolah PAUD

Anton Suhartono
Myanmar tutup 7 PAUD terkait pemerkosaan anak perempuan berusia 2 tahun (Ilustrasi, Foto: AFP)

Meski hanya satu kasus, warganet menyebarluaskan kasus ini di media sosial sehingga menjadi memunculkan kekhawatiran.

Sebagai bentuk dukungan kepada keluarga korban, mereka mengubah foto profil Facebook dan mengampanyekan 'Justice for Victoria', nama samaran korban.

Tak hanya itu, ratusan orang akan ambil bagian dalam aksi unjuk rasa di Departemen Penyelidikan Kriminal (CID) Kepolisian Yangon pada Sabtu mendatang, mendesak agar pelaku diberikan hukuman berat.

Pakar kesejahteraan anak dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) Terre des Hommes (Lausanne) menyatakan, kasus pemerkosaan anak sangat umum di kota-kota berpenghasilan rendah di Myanmar. Sebagian besar kasus ini tidak dilaporkan ke polisi.

Stigma dan keengganan untuk melakukan proses peradilan yang panjang membuat keluarga enggan untuk buka mulut.

LSM itu menyebut, ada satu atau dua kasus pemerkosaan anak setiap pekan di Yangon.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
20 jam lalu

Serangan Udara Hantam Biara di Myanmar, 14 Lansia sedang Meditasi Tewas

3 hari lalu

Teken Kerja Sama, Rusia Akan Kirim Kosmonaut Myanmar ke Luar Angkasa

12 hari lalu

Anak Curhat ke Guru Jadi Korban Kekerasan Seksual, Ayah Kandung Ditetapkan Tersangka

1 bulan lalu

2 WNI Disandera di Myanmar, Pelaku Minta Tebusan Rp200 Juta

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal