Heboh! Wabah Bakteri Pemakan Daging di Jepang, Pengidapnya Bisa Tewas dalam 2 Hari

Ahmad Islamy Jamil
Bakteri strep Grup A yang dijuluki bakteri pemakan daging. (Foto: NIAID)

Fenomena peningkatan kasus STSS tersebut mendorong para ilmuwan untuk meneliti perilaku misterius bakteri strep Grup A, baru-baru ini. Pasalnya, kasus infeksi serupa juga telah menyebar dalam jumlah yang sangat tinggi selama beberapa tahun terakhir di Amerika Serikat dan Jepang. Tak jarang wabah itu menyebabkan lonjakan infeksi yang mengancam jiwa dan terkadang fatal. Pakar penyakit pun belum sepenuhnya memahami mengapa hal ini terjadi.

Di AS, jumlah infeksi strep Grup A yang serius, termasuk STSS, mencapai angka tertinggi dalam 20 tahun pada 2023, menurut data awal dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC). Tahun ini, badan itu telah mencatat 395 kasus STSS hingga 8 Juni, melebihi total tahun lalu yang hanya berjumlah 390 kasus. Namun CDC mencatat bahwa aktivitas strep Grup A telah menurun dalam beberapa bulan terakhir.

Inggris juga mengalami wabah infeksi radang Grup A yang parah pada akhir 2022, kemudian mencatat lebih banyak kasus daripada rata-rata pada September hingga Februari.

Pakar penyakit mengaitkan tren ini, sebagian, dengan meningkatnya kembali infeksi virus dan bakteri yang umum pascapandemi, termasuk strep. Pada masa pandemi, ketika orang-orang menghindari interaksi langsung, peluang penyebaran patogen tersebut lebih kecil. Sementara saat ini, masyarakat mungkin akan lebih rentan lagi karena kehidupan sudah berjalan normal lagi.

“Ini mungkin bagian dari fenomena global, yakni kembalinya penyakit strep,” kata pakar penyakit menular di Vanderbilt University Medical Center, Dr William Schaffner.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Health
2 jam lalu

Anak Demam Tinggi Mendadak di Musim Hujan, Waspada Demam Berdarah!

Internasional
7 jam lalu

Thailand hingga Singapura Perketat Pintu Masuk, Waspada Virus Nipah Jelang Imlek

Internasional
1 hari lalu

Badai Salju Dahsyat Terjang Jepang Tewaskan 30 Orang, Wanita Lansia Tertimbun 3 Meter

Internasional
2 hari lalu

PM Jepang Takaichi Luka akibat Ulah Pendukung, Batal Ikut Debat di Televisi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal