Departemen Kepolisian New York (NYPD) membuka penyelidikan atas insiden tersebut. Polisi masih mendalami aksi bakar diri tersebut, apakah ada latar belakang kriminal atau murni inisiatif pribadi.
China mengambil alih Tibet pada 1951, menyebut langkah tersebut sebagai pembebasan yang damai.
Sementara bendera yang dibawa demonstran dikaitkan dengan pemberontakan melawan pemerintahan China pada 1959 namun gagal. Setelah itu parlemen dan pemerintahan Tibet di pengasingan didirikan di India.
Beijing tidak mengakui pemerintahan tersebut seraya menegaskan Tibet telah menjadi bagian dari China sejak abad ke-13. Namun, Dalai Lama berpendapat Tibet adalah negara merdeka pada saat Tentara Pembebasan Rakyat China memasuki wilayah tersebut.