PORT AU PRINCE, iNews.id - Geng kriminal menyerbu perkampungan di dekat Ibu Kota Port Au Prince, Haiti, Minggu hingga Senin (24/8/2026), menewaskan sedikitnya 47 orang. Kantor Terpadu PBB di Haiti menyatakan, jumlah korban masih bisa berubah di tengah dinamisnya kondisi keamanan di wilayah tersebut.
Kelompok hak asasi manusia (HAM) Haiti, RNDDH, memperkirakan 30 hingga 40 orang tewas dan 15 hingga 20 lainnya luka dalam serangan yang dimulai pada Minggu sekitar pukul 22.30 waktu setempat itu. Sulit untuk menentukan jumlah pasti korban.
Komunitas Kenscoff yang tinggal di lereng bukit dengan posisi strategis menghadap jalur menuju ibu kota, menjadi target belasan serangan geng bersenjata sejak tahun lalu, memaksa ribuan orang meninggalkan rumah mereka.
Geng-geng kuat di bawah aliansi luas selama bertahun-tahun memperkuat pengaruh mereka di ibu kota Haiti hingga meluas ke wilayah sekitarnya. Besarnya pengaruh geng kriminal terjadi justru di saat upaya dari negara-negara asing untuk memperkuat kepolisian Haiti.
Meski pemerintah Haiti mengecam serangan keji seraya berjanji memperkuat keamanan, warga mendesak kepala polisi setempat mengundurkan diri. Mereka dianggap gagal melindungi warga, padahal lokasi serangan hanya beberapa menit dari kantor polisi.