HRW: Ratusan Migran di Arab Saudi Memprihatinkan, Ada yang Disiksa bahkan Meninggal

Ahmad Islamy Jamil
Bendera Arab Saudi (ilustrasi). (Foto: AFP)

“Arab Saudi, salah satu negara terkaya di dunia, tidak memiliki alasan untuk menahan para pekerja migran dalam kondisi yang memprihatinkan, di tengah pandemi kesehatan, selama berbulan-bulan,” kata peneliti hak-hak pengungsi dan migran di HRW, Nadia Hardman, dikutip Reuters, Selasa (15/12/2020).

Kantor media milik Pemerintah Saudi belum menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Para migran di pusat detensi tersebut, sebagian besar berasal dari Ethiopia. Namun ada juga yang datang dari negara-negara Afrika atau Asia lainnya. Mereka ditahan di sana sambil menunggu deportasi. Sebagian besar dari mereka ditangkap oleh otoritas Saudi karena memang tidak memiliki izin tinggal yang sah.

Pekerja asing di Arab Saudi berjumlah sekitar 12,6 juta dari total populasi di negara itu—yang berjumlah 33,4 juta jiwa. Angka itu berdasarkan data pemerintah terbaru yang tersedia pada 2018. Beberapa juta pekerja asing lainnya tinggal di kerajaan itu secara ilegal.

Pekerja asing menjadi tulang punggung ekonomi di negara-negara Teluk seperti Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Kuwait, dan Qatar.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
20 jam lalu

Pesawat Air India Bawa 145 Orang Terjun 90 Meter dalam Sekejap, Pilot Ternyata Positif Ganja

3 hari lalu

Pakta Pertahanan Makkah Mirip NATO, Turki Ungkap Cara 3 Negara Balas Serangan

3 hari lalu

Muncul 'NATO' Baru di Timur Tengah? Ini Isi Pakta Pertahanan Makkah

3 hari lalu

Turki: Pakta Pertahanan Makkah Bukan untuk Lawan Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal