Imigran Gelap yang Masuk AS Melonjak Drastis sejak Joe Biden Jadi Presiden

Ahmad Islamy Jamil
Keluarga imigran melintasi jalan tanah setelah menyeberangi Sungai Rio Grande di perbatasan Meksiko dan Amerika Serikat, Jumat (5/3/2021). (Foto: Reuters)

WASHINGTON DC, iNews.id – Petugas penjaga perbatasan AS telah menahan hampir 100.000 imigran gelap di perbatasan negara itu dengan Meksiko sepanjang Februari lalu. Itu adalah jumlah penangkapan imigran tertinggi di negeri Paman Sam untuk Bulan Februari sejak 2006.

Angka tersebut sekaligus menunjukkan lonjakan imigran yang tiba di kawasan perbatasan barat daya Amerika Serikat sejak Presiden Joe Biden mulai menjabat. Biden yang berasal dari Partai Demokrat, memang berjanji untuk mencabut beberapa kebijakan pembatasan imigran yang digulirkan pendahulunya, Donald Trump, presiden ke-45 AS yang juga politikus Partai Republik.

Jumlah imigran yang ditahan di perbatasan AS dengan Meksiko pada Februari meningkat secara signifikan jika dibandingkan dengan Januari lalu yang berjumlah 78.000 orang. Sejumlah sumber memberikan informasi tentang angka itu kepada Reuters secara anonim.

Agen Patroli Perbatasan AS menangkap lebih dari 4.500 imigran yang melintasi perbatasan AS–Meksiko hanya dalam tempo satu hari pada Rabu (3/3/2021). Ini menjadi pertanda bahwa pendatang haram ke Amerika Serikat dapat terus meningkat pada Maret ini.

Partai Republik mengkritik Biden karena membatalkan kebijakan antiimigrasi radikal yang dicanangkan Trump. Kelompok oposisi itu menyatakan, perubahan kebijakan tersebut dapat memicu kedatangan imigrasi ilegal yang lebih banyak lagi ke Amerika.

Petinggi Partai Republik di DPR AS, Kevin McCarthy, mengirimkan surat kepada Biden pada Jumat yang isinya mendesak diadakannya rapat untuk membahas masalah imigran tersebut. Dia mengaku sangat prihatin dengan pendekatan pemerintahan Biden terkait perbatasan negara.

“Kita harus mengakui krisis perbatasan, mengembangkan rencana, dan, dengan tegas, sangat melarang orang-orang dari Meksiko dan Amerika Tengah untuk melakukan perjalanan berbahaya ke perbatasan selatan negara kita,” tulis McCarthy dalam surat itu.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
12 jam lalu

Terungkap! AS Jatuhkan Bom Nyaris 1 Ton ke Rumah Warga Iran, Tewaskan 1 Keluarga

14 jam lalu

Ini Alasan Trump Batalkan Serangan ke Iran

16 jam lalu

Trump Akhirnya Batalkan Serangan ke Iran

17 jam lalu

Diam-Diam Pangeran MBS Telepon Trump, Minta AS Batalkan Serang Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal