India Kutuk Pembantaian Warga Sipil di Bucha, Salahkan Rusia atau Ukraina?

Ahmad Islamy Jamil
Foto satelit yang menunjukkan kuburan massal di kompleks gereja di Kota Bucha, Ukraina. Gambar ini diklaim Maxar (perusahaan AS) diambil pada 10 Maret lalu. (Foto: Reuters)

NEW DELHI, iNews.id – India mengutuk pembantaian warga sipil di Bucha, Ukraina. Negara Asia Selatan itu pun menyerukan untuk diadakannya penyelidikan independen atas peristiwa tersebut. 

Sebelumnya, India menolak untuk secara eksplisit mengutuk serangan Rusia terhadap Ukraina. Moskow sendiri dikenal sebagai salah satu mitra dekat New Delhi sejak lama.

Seorang ombudsman yang menangani masalah hak asasi manusia (HAM) di Ukraina kemarin mengatakan, ada antara 150 hingga 300 mayat yang mungkin berada di kuburan massal sebuah gereja di Bucha. Ukraina pun menuduh pasukan Rusia membunuhi warga sipil.

Akan tetapi, Rusia membantah telah menargetkan warga sipil di Ukraina. Moskow menyebut gambar orang-orang mati di Bucha adalah hasil rekayasa yang dilakukan Barat untuk mendiskreditkan Rusia.

Moskow pun memastikan, tidak ada mayat yang bergelimpangan di jalan-jalan Bucha, saat pasukan Rusia meninggalkan kota itu, pekan lalu.

“Laporan terbaru tentang pembunuhan warga sipil di Bucha sangat mengganggu,” kata Perwakilan Tetap India untuk PBB, TS Tirumurti, pada pertemuan Dewan Keamanan PBB, Selasa (5/4/2022), seperti dikutip Reuters.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
1 hari lalu

Ini Alasan Rusia-China 'Tak Dukung' Iran saat Voting Resolusi DK PBB soal Serang Negara Teluk

Internasional
4 hari lalu

Janji Putin kepada Mojtaba Khamenei: Rusia Tak Akan Tinggalkan Iran Sendirian

Internasional
4 hari lalu

Putin Ucapkan Selamat kepada Mojtaba Khamenei, Sebut Pemimpin Iran Pemberani

Internasional
6 hari lalu

Heboh Kabar Rusia Bantu Iran Perang Lawan AS-Israel, Trump: Tak Pengaruh!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal