Selain Inggris, negara lain seperti Rusia juga segera memulai vaksinasi massal. Rusia melaksanakan vaksinasi virus corona salah satunya di Kota Moskow menggunakan Sputnik V.
Vaksin tersebut merupakan yang pertama di dunia yang diregistrasi yakni pada Agustus lalu meskipun diwarnai keraguan soal keamanan dan efektivitasnya. Pasalnya pengembangan vaksin ini tak memenuhi standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin pada Jumat lalu mengumumkan dimulainya program vaksinasi massal. Kelompok rentan seperti pekerja medis, guru, dan staf layanan sosial akan diprioritaskan menerima vaksin. Selain itu lebih dari 5.000 orang telah mendaftar untuk diinjeksi Sputnik V.
Amerika Serikat diperkirakan akan memulai vaksinasi massal pada pertengahan Desember 2020. Panel dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) akan bertemu pada 10 Desember untuk menilai vaksin yang akan digunakan, kemungkinan menggunakan produk Pfizer atau Moderna.
Setidaknya 24 jam setelah FDA mengeluarkan lampu hijau, vaksinasi bisa dilaksanakan serentak di negara bagian.