Indonesia Dinilai Perlu Tanggapi Kunjungan Pelosi ke Taiwan, Ini Alasannya

Antara
Ketua DPR AS Nancy Pelosi (kiri) dan Presiden Taiwan Tsai Ing Wen melambaikan tangan ke arah publik saat kunjungan Pelosi di Taipei, Rabu (3/8/2022). (Foto: Reuters)

Pertama, Amerika Serikat tidak henti-hentinya melakukan provokasi di sejumlah kawasan dan terakhir di Eropa saat menyambut keinginan Ukraina untuk menjadi anggota baru NATO. Hikmahanto mengatakan, provokasi tersebut memunculkan kekhawatiran Rusia hingga negara itu melakukan operasi militer khusus ke Ukraina.

“Kedua, AS melakukan kebijakan luar negeri standar ganda,” kata akademikus yang juga rektor Universitas Jenderal Achmad Yani itu.

Di satu sisi, AS mengecam langkah Rusia yang mengakui Luhantsk dan Donetsk, yang memisahkan diri dari Ukraina. Namun, di sisi lain, Washington DC seolah mendukung Taiwan untuk memisahkan diri dari China dengan kunjungan Pelosi ke Taipei. Padahal, AS telah sepakat dengan kebijakan “Satu China” yang diterapkan Beijing.

Terakhir, kunjungan Pelosi dapat bisa mendorong China bersekutu dengan Rusia untuk melawan kebijakan luar negeri AS yang provokatif. “Konsekuensinya, keamanan dunia akan terpengaruh. Bahkan perang di Ukraina akan berlangsung lebih lama lagi, termasuk penderitaan rakyat Ukraina,” kata Hikmahanto.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Korban Tewas Gempa Venezuela Nyaris 2.300 Orang, AS Kirim 2.000 Tentara Bantu Cari Korban

57 tahun lalu

Ekstrem! Pasangan Ini Panjat Ujung Antena Empire State Building New York untuk Lamaran

57 tahun lalu

Iran Larang Badan Energi Atom Periksa Fasilitas Nuklir yang Hancur Diserang AS

57 tahun lalu

Trump Tuduh China Ingin Kuasai Terusan Panama: Tak Akan Terjadi!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal