Indonesia Tangkap 25 WN China saat Penyitaan Kapal Tanker, Beijing Bereaksi

Antara
Penampakan dua kapal tanker milik Iran dan Panama yang disita Bakamla di Perairan Kalimantan, belum lama ini. (Foto: ANTARA)

Iran dituduh berusaha menyembunyikan tujuan penjualan minyaknya dengan menonaktifkan sistem pelacakan di kapal tankernya.

Pihak berwenang Indonesia menyatakan, kapal-kapal itu menyembunyikan identitas mereka dengan tidak menunjukkan bendera nasional, mematikan sistem identifikasi otomatis, dan tidak menanggapi panggilan radio.

Padahal, Organisasi Maritim Internasional (IMO) mengharuskan kapal menggunakan transponder atau perangkat sinyal untuk keselamatan dan transparansi. Kru bisa mematikan perangkat jika ada bahaya pembajakan atau bahaya serupa.

“Kami menyambut baik upaya Bakamla (Badan Keamanan Laut RI) untuk melawan aktivitas maritim terlarang,” ujar Juru Bicara Kedubes AS di Jakarta kepada Reuters. 

Dia mengatakan, Amerika mendukung upaya untuk memastikan penegakan standar IMO untuk keselamatan dan kepatuhan lingkungan.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
24 jam lalu

Gawat! Iran Peringatkan Perang Lawan AS Bisa Meluas ke Samudera Hindia

2 hari lalu

Presiden Iran Pidato Kecam Trump di Sidang Umum PBB, Delegasi AS dan Israel Walk out 

2 hari lalu

Presiden Iran: Israel Punya Senjata Nuklir, Kami yang Dibom

2 hari lalu

Kebal Diembargo AS, Maskapai Iran Tetap Layani Penerbangan Internasional

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal