Ingin Israel Terus Perang di Gaza, Menteri Radikal Smotrich Tolak Damai dengan Hamas

Anton Suhartono
Bezalel Smotrich mengecam kesepakatan gencatan senjata negaranya dengan Hamas (Foto: AP)

"Saya sangat yakin, sebagian besar masyarakat menolak upaya untuk mengubah perdebatan ini menjadi perang saudara yang penuh kebencian dan perpecahan," ujarnya.

Dia menyoroti mengenai kesepakatan pertukaran tahanan, di mana tak semua sandera Israel dikembalikan. Pada gencatan senjata tahap pertama, Hamas akan membebaskan 33 sandera yakni perempuan, anak-anak, dan orang lanjut usia.

Kabinet Israel pada Kamis (16/1/2025) melakukan pemungutan suara apakah menyetujui atau tidak kesepakatan tersebut.

Partai Zionis Religius pimpinan Smotrich mempertimbangkan untuk mengundurkan diri dari koalisi pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu jika kalah.

Sebelumnya, menteri sayap kanan radikal lainnya Itamar Ben Gvir juga mengancam akan mundur dari kabinet Netanyahu.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
6 jam lalu

Menkeu AS: Perang Lawan Iran Memasuki Fase Terakhir

1 hari lalu

Para Perwira Israel Sudah Cepek dengan Netanyahu, Tak Mau Perang Baru Lagi

1 hari lalu

Para Jenderal Israel Tuduh Netanyahu Ingin Serang Gaza Lagi untuk Cari Alasan Tunda Pemilu

1 hari lalu

Netanyahu Ingin Seret Israel Perang Lawan Turki demi Menangkan Pemilu?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal