YEREVAN, iNews.id - Kementerian Pertahanan Armenia mengatakan lebih dari 10.000 orang sukarelawan mengajukan diri berperang dengan Azerbaijan. Mereka berlatih simulasi pertempuran menggunakan senapan kayu dan memanjat bukit.
Mayoritas sukarelawan perang merupakan diaspora Armenia yang tersebar di seluruh dunia. Laporan yang diperoleh Reuters, relawan tersebut ditempatkan di kamp-kamp terpisah.
Dalam pelatihan, sukarelawan Armenia dipisah menjadi beberapa kelompok untuk mendapatkan pemahaman serta cara memegang senjata, melempar granat. Mereka juga diajarkan bagaimana cara memanjat tebing menggunakan tali serta melewati tumpukan sampah.
Knarik Karaminsyan, seorang guru Bahasa Inggris dari Yerevan, mengatakan dirinya segera mendaftarkan diri setelah mengetahui perempuan diperbolehkan bergabung dengan pasukan. Nantinya, dia akan dikirim ke garis depan sebagai pekerja medis atau juru masak.
"Sulit di awal dan saya sering bermimpi buruk," ujarnya.
"Di sini, saya merasa lebih baik daripada di rumah, dimana saya hanya mengecek Facebook, membaca berita lalu panik."
"Sekarang, saya siap untuk sesuatu yang penting," lanjutnya.
Pertempuran terbaru separatis Armenia dengan tentara Azerbaijan di wilayah sengketa Nagorno-Karabakh yang meletus pada 27 September lalu telah menewaskan lebih dari 1.000 orang.
Tinggalkan pekerjaan di Jerman demi bela Armenia