Ini 2 Ganjalan yang Bikin AS dan Iran Belum Bisa Berdamai

Anton Suhartono
Ada 2 poin krusial yang membuat perundingan damai damai AS-Iran berjalan alot yakni nuklir dan Selat Hormuz (Foto: AI)

Sementara itu para pejabat Iran menegaskan, Selat Hormuz dibuka pada Jumat bukan karena tekanan AS, melainkan bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang mencakup wilayahnya serta Lebanon. Pernyataan itu sekaligus membantah klaim Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya menyebut jalur strategis tersebut telah sepenuhnya dibuka, seolah konflik telah selesai.

Menurut Ghalibaf, Selat Hormuz akan terus ditutup jika gencatan senjata dengan AS berakhir serta tidak ada kemajuan dalam kesepakatan damai. Dia menekankan, keputusan terkait jalur vital energi dunia itu sepenuhnya berada di tangan Iran dan bergantung pada situasi di lapangan.

Iran, lanjut dia, menyoroti kebijakan AS yang memblokade kapal-kapal yang masuk-keluar pelabuhan mereka. Menurut Ghalibaf, langkah tersebut justru memperburuk keadaan dan menjadi hambatan serius dalam proses negosiasi.

Sebelumnya, Trump mengatakan pemblokadean terhadap pelabuhan Iran akan tetap diberlakukan hingga tercapai kesepakatan damai. Namun Iran memperingatkan, jika blokade terus berlanjut, maka Selat Hormuz tidak akan dibuka secara permanen.

Meski demikian, Iran menegaskan tetap terbuka untuk melanjutkan perundingan putaran kedua dengan AS yang dimediasi Pakistan. Bahkan, Teheran juga mempertimbangkan untuk memperpanjang gencatan senjata guna memberi ruang bagi pembahasan lebih lanjut terkait sanksi dan ganti-rugi perang. Gencatan senjata AS-Iran yang saat ini berlaku akan selesai pada Selasa mendatang.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
10 jam lalu

Trump Sudah Paham Akal-akalan Netanyahu, Ingin AS Terus Perang Lawan Iran

11 jam lalu

Jet-Jet Tempur AS dan Arab Saudi Gempur Irak, Serang Milisi Pro-Iran

12 jam lalu

Efek Perang Gaza, Semakin Banyak Warga AS Benci Israel

12 jam lalu

AS Akan Rampas Aset Iran untuk Ganti-Rugi Kapal Rusak, Ini Ancaman Pembalasan Teheran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal