Ini Alasan AS Pilih Pakistan Jadi Mediator Damai Konflik dengan Iran, bukan Turki

Anton Suhartono
AS menganggap Pakistan lebih netral serta memiliki peluang lebih besar diterima oleh Iran dalam proses negosiasi damai (Foto: Anadolu)

Keinginan tersebut muncul di tengah kekhawatiran akan lonjakan harga minyak dunia, terutama terkait potensi gangguan di Selat Hormuz. Selain itu, pejabat AS juga mengakui terkejut dengan daya tahan Iran menghadapi serangan bertubi-tubi dari AS dan sekutunya.

Pengumuman gencatan senjata sendiri disampaikan Trump pada Rabu (7/4/2026) malam, hanya satu jam sebelum batas waktu rencana serangan terhadap infrastruktur energi dan sipil Iran berakhir. Langkah ini sempat memicu spekulasi bahwa AS hanya menunda serangan, bukan benar-benar menghentikannya.

Dalam kesepakatan tersebut, Iran diminta membuka kembali Selat Hormuz sebagai imbalan atas penghentian serangan selama dua pekan. Namun laporan ini bertolak belakang dengan narasi publik yang disampaikan Trump dan pejabat senior AS, yang sebelumnya mengklaim Iran memohon gencatan senjata dan menyebutnya sebagai kemenangan tanpa syarat.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
17 jam lalu

Trump Klaim Kendalikan Selat Hormuz, Iran: Kalau Berani, Kirim Kapal Perang Anda!

20 jam lalu

Trump Akui Iran Punya Banyak Rudal meski Diserang Habis-habisan

1 hari lalu

Ganas! Iran Bikin Pangkalan Militer AS Babak Belur, Landasan Pacu Rusak Puluhan Kali

1 hari lalu

Pengadilan AS Batalkan Keputusan Trump Pangkas Masa Berlaku Visa Mahasiswa Asing

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal