Ini Alasan Iran Tolak Mentah-Mentah Proposal Gencatan Senjata AS

Anton Suhartono
Iran menolak mentah-mentah proposal gencatan senjata yang diajukan Amerika Serikat (AS) dalam konflik terbaru (Foto: AI)

TEHERAN, iNews.id - Iran dilaporkan menolak mentah-mentah proposal gencatan senjata yang diajukan Amerika Serikat (AS) dalam konflik terbaru. Penolakan tersebut disebut karena proposal itu tidak menyelesaikan persoalan utama bagi Teheran, yakni kendali atas lalu lintas di Selat Hormuz.

Informasi tersebut diungkap surat kabar The New York Times (NYT) yang mengutip pejabat Iran dan Irak. Proposal gencatan senjata itu disampaikan kepada Iran melalui Perdana Menteri Irak Ali Al Zaidi saat melakukan kunjungan resmi ke Teheran.

Menurut laporan NYT, usulan tersebut merupakan proposal gencatan senjata pertama yang diajukan Washington sejak perang terbaru pecah. Namun, Iran menilai isi proposal belum menyentuh isu strategis yang menjadi kepentingan utama mereka, sehingga langsung ditolak.

Al Zaidi diketahui lebih dahulu bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Washington DC sebelum bertolak ke Teheran. Meski demikian, isi lengkap proposal tersebut tidak diungkapkan kepada publik.

Kunjungan Al Zaidi ke Iran merupakan kunjungan resmi pertamanya sejak menjabat sebagai Perdana Menteri Irak pada Mei lalu. Didampingi sejumlah menteri, dia bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian untuk membahas hubungan bilateral, perkembangan situasi kawasan, serta upaya memperkuat keamanan dan stabilitas regional.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
12 jam lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp17.632 per Dolar AS, Ini Pendorongnya

18 jam lalu

Iran Peringatkan Dampak Perang Ekonomi AS: Negara Teluk Kena Getahnya

21 jam lalu

Perang AS-Iran Merembet ke Energi, Teheran Ancam Lumpuhkan Fasilitas Minyak AS

21 jam lalu

AS Tolak Rencana Israel Usir Jutaan Warga Gaza

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal