Selain itu tidak bisa dipastikan apakah penggunanya laki-laki atau perempuan. Namun dari ukurannya sepatu tersebut relatif kecil yakni setara dengan nomor 5 di Inggris atau nomor 38 berdasarkan standar Eropa, dan nomor 7 berdasarkan standar Amerika.
Sepatu ditemukan di Gua Areni-1 Provinsi Vayotz Dzor, Armenia, dekat dengan perbatasan Turki dan Iran. Para arkeolog menjelaskan, sepatu itu tetap terjaga selama ribuan tahun karena kondisi gua yang stabil, suhu sejuk, dan udara kering. Selain itu lantai gua ditutupi lapisan tebal dari kotoran hewan. Kotoran tersebut seolah menjadi pelindung kokoh yang mengawetkannya selama ribuan tahun.
"Awalnya kami mengira sepatu dan benda lainnya berusia sekitar 600 sampai 700 tahun karena kondisinya sangat baik," kata Pinhasi, dikutip dari BBC.
Namun setelah diteliti lebih dalam di laboratorium radiokarbon di Oxford dan California, terungkaplah usia sebenarnya.
"Kami menyadari sepatu ini lebih tua ratusan tahun daripada sepatu yang dikenakan oleh Oetzi the Iceman," tuturnya.
Meski demikian sepatu kulit tersebut bukan alas kaki tertua yang ditemukan. Sandal terbuat dari serat tumbuhan yang ditemukan di Arnold Research Cave di Missouri, AS, berusia sekitar 2.000 sampai 2.500 tahun lebih tua daripada sepatu tersebut.
Selain sepatu para ilmuwan juga menemukan beberapa benda purba lain yang masih terawat di dalam gua, seperti wadah besar berisi gandum serta tanaman lain yang bisa dimakan.