Ini Penyebab Longsor di Papua Nugini yang Timbun 2.000 Orang Menurut PM Marape

Anton Suhartono
Perdana Menteri Papua Nugini James Marape mengungkap penyebab tanah longsor yang menimbun sekitar 2.000 orang yakni curah hujan tinggi dan perubahan pola cuaca (Foto: UNDP)

Dia menambahkan, sebelum longsor terjadi, nilai kerugian akibat bencana di Papua Nugini sudah menembus angka 500 juta kina atau sekitar Rp2 triliun.

“Tahun ini, kita mengalami curah hujan luar biasa yang menyebabkan banjir di wilayah sungai, kenaikan permukaan laut di wilayah pesisir, dan tanah longsor di beberapa wilayah. Kita menghadapi pola cuaca yang luar biasa dan perubahan dari kekeringan ke basah,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Perdana Menteri Papua Nugini John Rosso mengatakan, dampak perubahan iklim tidak hanya berdampak di Enga.

"Selama 2 bulan terakhir kita menyaksikan bencana yang belum pernah terjadi sebelumnya di penjuru negeri," tuturnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
5 hari lalu

Arahan Prabowo, Indonesia bakal Tangani Perubahan Iklim Bersama Jepang

Nasional
2 bulan lalu

Ancaman Serius Perubahan Iklim di Indonesia, Suhu Makin Panas hingga Pola Hujan Bergeser

Nasional
2 bulan lalu

BMKG Ungkap Bukti Nyata Perubahan Iklim, Curah Hujan di RI Meningkat

Nasional
2 bulan lalu

BMKG Tegaskan Operasi Modifikasi Cuaca Upaya Mitigasi Bencana Berbasis Sains

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal