Dia menegaskan pemerintahannya tengah menyiapkan reformasi sistem moneter dan perbankan demi menjaga daya beli masyarakat.
Namun demikian, akar persoalan demonstrasi ini tetap berpulang pada keputusasaan ekonomi. Sanksi internasional yang berkepanjangan, salah urus struktural, praktik korupsi, serta ketergantungan besar pada pendapatan minyak telah membuat ekonomi Iran rapuh.
Keruntuhan nilai rial menjadi titik kritis yang memicu hilangnya kepercayaan publik terhadap kemampuan pemerintah mengelola perekonomian nasional.
Bagi kelas menengah dan pelaku usaha, jatuhnya rial bukan sekadar angka di pasar valuta, melainkan simbol masa depan yang semakin tak pasti, itulah yang mendorong mereka turun ke jalan.