Ini Poin Kontroversial dari Proposal Damai Trump untuk Akhiri Perang Rusia-Ukraina

Anton Suhartono
28 poin rencana perdamaian yang diajukan Donald Trump untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina memicu gelombang kritik dan penolakan (Foto: Istimewa)

WASHINGTON, iNews.id - Proposal damai atau 28 poin rencana perdamaian untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina yang diajukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memicu gelombang kritik dan kekhawatiran dari Kiev mapun negara-negara Eropa.

Meski diklaim sebagai upaya menghentikan perang, beberapa bagian dari proposal tersebut dinilai sangat menguntungkan Rusia dan berpotensi melemahkan keamanan Ukraina di masa depan.

Trump memberikan waktu 5 hari kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk memberikan respons. Lebih jauh, Trump juga melontarkan ancaman yang membuat sekutu Kiev terkejut, seolah memberi isyarat bahwa dukungan AS bisa dihentikan bila Ukraina menolak.

Berikut bagian paling kontroversial dari proposal yang belum final tersebut.

1. Ukraina Diminta Serahkan Lebih Banyak Wilayah ke Rusia

Ini menjadi poin yang paling ditolak Kiev. Trump menuntut Ukraina melepaskan sejumlah wilayah tambahan sebagai syarat perdamaian, langkah yang dianggap melegitimasi pendudukan Rusia dan merugikan kedaulatan Ukraina.

Bagi Ukraina, syarat ini sama saja dengan menyerahkan masa depan negara kepada Moskow.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Trump Ancam Serang Lagi, Iran Akan Tutup Total Selat Hormuz

57 tahun lalu

AS Batalkan Gencatan Senjata, Ini Tanggapan Keras Iran

57 tahun lalu

Trump: AS Akan Serang Iran Lagi Malam Ini

57 tahun lalu

Trump Hentikan Seluruh Kerja Sama Perdagangan dengan Spanyol, Kenapa?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal