Ini yang Akan Dilakukan Jenderal Min Aung Hlaing Setelah Gulingkan Aung San Suu Kyi

Anton Suhartono
Min Aung Hlaing (Foto: MRTV via Reuters)

Dalam pemilu pada November 2020, partai yang dipimpin Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), merebut 396 dari 476 kursi di majelis rendah (DPR) dan tinggi (Senat) parlemen. Sementara itu partai oposisi, Partai Pembangunan dan Solidaritas Persatuan yang juga didukung militer, hanya mendapat 33 kursi untuk majelis rendah dan tinggi.

Militer Myanmar menyatakan akan memegang kekuasaan selama keadaan darurat yakni setahun. Setelah itu pemerintahan di bawah militer akan menggelar pemilu yang baru dan pemenangnya akan mengambil alih pemerintahan.

Berdasarkan UU tahun 2008 , militer secara otomatis mendapat jatah 25 persen kursi di majelis rendah dan tinggi. Aturan ini mulai berlaku di bawah pemerintahan militer sebelumnya.

Dalam pertemuan pada Selasa, Min Aung Hlaing memberi tahu anggota kabinetnya, UEC yang diisi orang-orang baru akan menyelidiki kecurangan pemilu tahun lalu.

"Akan memeriksa data perolehan suara untuk mendapatkan hasil yang benar dan tindakan akan diambil sesuai dengan proses tersebut," kata Min, seperti dilaporkan kembali Associated Press.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
18 jam lalu

Viral 2 WNI Diduga Disekap hingga Diperas Rp220 Juta di Myanmar, Polri Turun Tangan

3 hari lalu

500 Lebih Pengungsi Rohingya Dikhawatirkan Tewas akibat Kapal Tenggelam

14 hari lalu

China Uji Coba Rudal di Samudra Pasifik usai Australia-Fiji Teken Kerja Sama Pertahanan

23 hari lalu

Markas Judol di Hayam Wuruk Pakai Pola Operasi ala Kamboja dan Myanmar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal