Intelijen Sebut Rusia Bakal Ikut Campur Lagi di Pilpres AS 2020

Nathania Riris Michico
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump (Foto: AP)

WASHINGTON, iNews.id - Tim Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) mengungkap, Rusia berupaya kembali ikut campur dalam pilpres mendatang.

Direktur Intelijen Dan Coats dan Penasihat Keamanan Nasional John Bolton menekankan, segala upaya akan dilakukan untuk melindungi pemilihan Kongres yang sedianya digelar pada November serta pilpres 2020.

"Kami mengakui adanya ancaman, itu nyata, terus berlanjut, dan kami melakukan segala hal yang kami bisa agar hasil pemilihan sah," kata Coats, seperti dilaporkan Reuters, Jumat (3/8/2018).

"Tindakan (Rusia) ini meresap, sedang berlangsung, dengan maksud mengganjal dan merusak nilai-nilai demokrasi kita," kata dia lagi.

Trump sebelumnya skeptis bahwa Rusia berperan dalam pilpres AS 2016. Dia juga menyangkal laporan intelijen yang menyebut Rusia campur tangan dan mengancam demokrasi AS.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
16 jam lalu

Trump Kumpulkan Pejabat AS di Situation Room Gedung Putih, Bahas Serangan Dahsyat ke Iran

16 jam lalu

Trump Sebut Iran Sudah Tak Berdaya: Angkatan Laut dan Pemimpin Mereka Telah Tiada

20 jam lalu

Panas! Trump Ancam Serang Fasilitas Minyak Iran di Pulau Kharg

21 jam lalu

Trump: Serangan ke Iran Akan Berakhir sampai Saya Bilang "Cukup"

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal