TEHERAN, iNews.id - Iran mengancam akan memperluas serangan ke pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di seluruh kawasan Timur Tengah jika Washington kembali melancarkan agresi. Ancaman itu disampaikan setelah Teheran menggempur sejumlah pangkalan AS, termasuk di Bahrain dan Kuwait, sebagai aksi balasan atas serangan militer AS.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan, pembalasan berikutnya tidak hanya akan menyasar Bahrain dan Kuwait, tetapi juga dapat meluas ke pangkalan militer AS di Uni Emirat Arab hingga Arab Saudi apabila AS kembali menyerang wilayah Iran.
Iran pada Kamis (9/7/2026) melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan militer AS di Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Yordania. IRGC mengumumkan telah menargetkan infrastruktur serta fasilitas militer AS di empat negara tersebut sebagai respons atas serangan Washington terhadap wilayah Iran.
Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran, IRIB, IRGC menuduh AS telah melanggar komitmen dengan menyerang sejumlah provinsi di pesisir selatan Iran.
"Jika mereka mengulangi agresi, pembalasan keras kami akan diperluas ke pangkalan-pangkalan AS lain di kawasan," demikian pernyataan IRGC.