IRGC juga menegaskan akan membalas setiap serangan AS dengan respons yang lebih keras dan lebih luas.
Menurut pernyataan tersebut, gelombang pertama serangan balasan menyasar infrastruktur dan fasilitas utama AS di pangkalan Arifjan dan Ali Al Salem di Kuwait, serta Jafair dan Sheikh Isa di Bahrain.
Sebelumnya, Komando Pusat AS (Centcom) menyatakan pasukannya telah melancarkan serangan terhadap Iran pada Rabu (8/7/2026) malam. Washington menyebut operasi itu bertujuan melemahkan kemampuan militer Iran yang dinilai mengancam kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
Ketegangan terbaru ini meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di Timur Tengah, terutama jika aksi saling serang antara AS dan Iran terus berlanjut dan melibatkan lebih banyak negara di kawasan.