LONDON, iNews.id - Iran melabeli Inggris sebagai kaki tangan Amerika Serikat (AS) dalam konflik yang tengah memanas. Teheran bahkan mengancam akan menyerang pangkalan militer Inggris yang digunakan oleh militer AS untuk melancarkan operasi terhadap wilayah Iran.
Ancaman tersebut disampaikan setelah Perdana Menteri Inggris Andy Burnham tetap mempertahankan kebijakan yang memberi izin kepada AS menggunakan pangkalan-pangkalan militernya. Iran menegaskan, setiap negara yang membantu operasi militer AS akan menjadi target yang sah.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran blak-blakan menyebut Inggris sebagai kaki tangan AS dalam perang. Sementara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memperingatkan bahwa negara mana pun yang memberikan bantuan militer kepada Washington harus siap menanggung konsekuensi dan dampaknya.
Kantor berita Iran Tasnim melaporkan pesawat-pesawat pengebom AS telah diterbangkan dari RAF Fairford. Namun hingga kini Kementerian Pertahanan Inggris belum memberikan konfirmasi apakah pangkalan tersebut benar-benar digunakan dalam operasi militer terhadap Iran.
Pemerintah Inggris merespons ancaman Iran tersebut dengan meningkatkan kesiapsiagaan militernya. Meski menegaskan tidak terlibat langsung dalam serangan terhadap Iran, London menyatakan seluruh angkatan bersenjata berada dalam kondisi siaga penuh untuk mempertahankan wilayah Inggris maupun kepentingannya di luar negeri.