Menurut Aan, MT Arman 114 memalsukan sistem identifikasi otomatis (AIS) yang menunjukkan posisi di Laut Merah, namun kenyataannya di Natuna.
Selain itu, MT Arman 114 juga membuang minyak ke laut yang melanggar hukum lingkungan Indonesia.
Bakamla menahan kapten kapal berkewarganegaraan Mesir, 28 kru, serta 3 penumpang yakni anggota keluarga petugas keamanan kapal.