DUBAI, iNews.id - Iran membantah muatan minyak mentah yang disita Badan Keamanan Laut (Bakamla) Indonesia di perairan Natuna Utara milik negaranya. Minyak itu diangkut oleh kapal supertanker berbendera Iran MT Arman 114, tapi minyak mentah yang dibawa bukan milik negaranya.
Kementerian Perminyakan Iran, saat menyampaikan pernyataan ini pada Jumat (21/7/2023), tak menyebutkan siapa pemilik minyak tersebut.
"Berita yang dirilis, menghubungkan kargo kapal ini dengan Iran tidak memiliki validitas dan dilakukan dengan tujuan menciptakan suasana negatif terhadap negara kami," bunyi pernyataan kementerian, dikutip dari Reuters.
Seperti diberitakan sebelumnya, Bakamla menyita kapal supertanker MT Arman 114 pada awal bulan ini karena diduga melakukan pemindahan minyak mentah secara ilegal. Kapal bejenis very large crude carrier (VLCC) itu membawa 272.569 metrik ton minyak mentah senilai Rp4,6 triliun yang dipindahkan ke kapal lain secara ilegal.
Kepala Bakamla Aan Kurnia mengatakan, kapal disita setelah terlihat di Laut Natuna Utara memindahkan minyak ke kapal MT S Tinos berbendera Kamerun.