Dia memperkirakan dampak penutupan jalur laut strategis itu bisa mendongkrak harga minyak dunia menjadi 200 dolar AS per barel, yang berpotensi mengguncang perekonomian AS.
Selat Hormuz merupakan jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Pantai utaranya dikuasai Iran, sementara pantai selatan berbatasan dengan Uni Emirat Arab dan Oman. Jalur ini menjadi salah satu urat nadi distribusi minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dunia.
Al Jazeera melaporkan, biaya pengiriman laut ke Irak melonjak hingga 60 persen akibat kenaikan premi asuransi. Setidaknya tujuh kapal tanker minyak masih tertahan di perairan Irak, menunggu Selat Hormuz dibuka.