TEHERAN, iNews.id - Iran menegaskan Selat Hormuz dibuka bukan karena tekanan Amerika Serikat (AS), melainkan hasil gencatan senjata, baik di negaranya maupun Lebanon.
Sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengatakan Selat Hormuz telah dibuka sepenuhnya, seolah permasalahan dengan Iran telah selesai.
Ketua parlemen Iran Mohammad Bahger Ghalibaf menegaskan, Selat Hormuz akan ditutup kembali jika gencatan senjata berakhir dan tak ada kemajuan dalam kesepakatan damai.
Dia juga menyoroti pemblokaden AS atas kapal-kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran. Tindakan itu, kata Ghalibaf, hanya akan memperburuk keadaan. Trump sebelumnya mengatakan, pemblokadean terhadap pelabuhan Iran tetap berlaku sampai kesepakatan damai dengan AS dicapai.
Jika blokade atas pelabuhan Iran berlanjut, kata dia, Selat Hormuz tidak akan terus dibuka. Jalur perairan penting bagi lalu lintas energi dunia itu dibuka hanya atas persetujuan dan izin dari otoritas Iran.