Iran dan Kekuatan Dunia Gelar Pertemuan Virtual Hari Ini, Bahas Kesepakatan Nuklir

Ahmad Islamy Jamil
Iran membangun fasilitas nuklir bawah tanah di Natanz untuk mengantisipasi serangan udara. (Foto: AFP)

Politikus Partai Demokrat itu berjanji untuk membuka  kembali ruang dialog, setelah pendahulunya dari Partai Republik, mantan Presiden Donald Trump, menarik Amerika keluar dari perjanjian nuklir tersebut pada 2018.

Namun, Iran dengan tegas menuntut agar semua sanksi di era Trump terhadap negeri Persia itu dicabut sebelum pembicaraan kesepakatan dimulai lagi. Teheran juga berulang kali mengancam bakal meningkatkan aktivitas nuklir mereka, jika sanksi-sanksi itu tak juga dihentikan. Ancaman itu membuat Biden gerah.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Nasional
6 jam lalu

Perang AS-Iran Diprediksi Selesai 30 April 2026, Ini Penjelasan Pengamat

Internasional
7 jam lalu

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Uni Eropa Kutuk Serangan dan Desak Penyelidikan

Nasional
8 jam lalu

Eks Menkeu Fuad Bawazier Yakin RI Belum Krisis Minyak: Tak Perlu Antre BBM

Internasional
9 jam lalu

Lagi, Trump Semprot Inggris-Prancis karena Tolak Bantu Perang Lawan Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal