TEHERAN, iNews.id - Iran menegaskan pembukaan Selat Hormuz untuk kapal-kapal komersial memiliki syarat dan berjangka waktu, tidak permanen. Dua hal yang menjadi pertimbangan Iran membuka Selat Hormuz yakni gencatan senjata dengan AS serta gencatan senjata Israel-Lebanon.
Juru Bicara Kementerian Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Reza Talaei-Nik mengatakan, Selat Hormuz hanya dibuka dalam kondisi gencatan senjata dan secara bersyarat.
"Kapal perang dan kapal yang berafiliasi dengan pasukan musuh tidak bisa melewati Selat Hormuz," kata Talaei-Nik, dikutip dari kantor berita Fars, Sabtu (18/4/2026).
Dia menambahkan, situasi di Selat Hormuz juga bersifat sementara. Iran bisa menutup kembali Selat Hormuz jika situasi di Lebanon berubah.
Sebelumnya Menlu Iran Abbas Araghchi mengumumkan pembukaan Selat Hormuz secara penuh untuk kapal sipil. Namun kebijakan yang berlaku pada Jumat (17/4/2026) tersebut hanya berlaku selama gencatan senjata berlaku. AS dan Iran menyepakati gencatan senjata 2 minggu yang akan berakhir pada Selasa pekan depan.