TEHERAN, iNews.id - Iran mengklaim drone mata-matanya berhasil merekam dan mengirim data militer Amerika Serikat sebelum ditembak jatuh jet tempur AS di Laut Arab, Selasa (3/2/2026). Drone tersebut ditembak jatuh karena mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln.
Insiden ini kian mempertegang hubungan kedua negara yang tengah berada di ambang eskalasi militer.
Seorang sumber pejabat keamanan Iran mengatakan kepada kantor berita Tasnim, drone tersebut sempat mengirimkan data pengintaian ke pusat kendali sebelum komunikasi terputus. Drone itu disebut tengah menjalankan misi pemantauan rutin di perairan internasional.
“(Drone) berhasil mengirim gambar pengintaian dan pemantauannya ke pusat kendali sebelum kontak terputus,” kata sumber tersebut, tanpa menyebutkan secara rinci data-data yang diperoleh.
Menurut Iran, drone yang ditembak jatuh itu teridentifikasi sebagai Shahed-129 milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Pejabat Iran menegaskan misi drone tersebut legal dan dilakukan di luar wilayah kedaulatan negara mana pun.