TEHERAN, iNews.id - Iran mengeklaim tak satu pun pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk yang masih beroperasi setelah diserang habis-habisan pasukan Iran pekan lalu.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyebut serangan tersebut merupakan bagian dari operasi pencegahan yang tidak hanya menyasar pangkalan militer AS, tetapi juga kapal perang dan kapal dagang AS yang dianggap melanggar aturan Iran.
"Tak satu pun pangkalan militer AS di Teluk yang beroperasi," kata Ali Mohammadi, deputi urusan politik Angkatan Laut IRGC, seperti dikutip kantor berita Fars, Kamis (17/9/2026).
Mohammadi juga mengeklaim tidak ada satu pun militer asing yang berada di Selat Hormuz maupun Teluk Oman selama berbulan-bulan. Menurut dia, keberadaan pasukan asing di kawasan tersebut akan menghadapi serangan hebat dari militer Iran.
Klaim tersebut disampaikan di tengah ketegangan dengan AS terkait kendali atas Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump berulang kali mengeklaim bahwa pasukannya mengendalikan jalur perairan strategis yang menjadi salah satu jalur utama pasokan energi dunia tersebut.